Pengapuran sendi merupakan istilah yang sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan kondisi nyeri dan kaku pada persendian. Banyak orang mengira pengapuran terjadi karena adanya penumpukan zat kapur pada sendi. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Dalam dunia medis, pengapuran sendi umumnya mengacu pada osteoartritis, yaitu penyakit sendi yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan yang melapisi ujung tulang. Ketika tulang rawan menipis atau rusak, gesekan antartulang meningkat sehingga memicu nyeri, kekakuan, dan penurunan fungsi sendi.
Penyakit ini paling sering menyerang lutut, panggul, tangan, dan tulang belakang, tetapi dapat terjadi pada sendi lain.
Sendi adalah bagian yang menghubungkan dua tulang sehingga tubuh dapat bergerak dengan leluasa. Ujung tulang dilapisi oleh tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan untuk mengurangi gesekan saat bergerak.
Pada osteoartritis, tulang rawan mengalami kerusakan secara bertahap. Akibatnya, tulang dapat saling bergesekan sehingga menimbulkan rasa nyeri. Seiring waktu, tubuh juga dapat membentuk tonjolan tulang kecil yang dikenal sebagai osteofit atau taji tulang.
Meskipun sering disebut "pengapuran", kondisi ini bukan disebabkan oleh penumpukan kalsium akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium.
Penyebab utama pengapuran sendi adalah kerusakan tulang rawan yang terjadi secara bertahap. Proses ini dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Risiko osteoartritis meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini karena kemampuan tulang rawan untuk memperbaiki diri cenderung menurun sehingga lebih mudah mengalami kerusakan.
Kelebihan berat badan memberikan tekanan yang lebih besar pada sendi, terutama lutut dan panggul. Semakin besar beban yang harus ditopang, semakin tinggi risiko terjadinya kerusakan sendi.
Riwayat cedera akibat olahraga, kecelakaan, atau pekerjaan tertentu dapat meningkatkan risiko osteoartritis di kemudian hari, meskipun cedera tersebut sudah lama sembuh.
Pekerjaan atau aktivitas yang melibatkan gerakan berulang pada sendi dalam waktu lama dapat mempercepat keausan tulang rawan.
Pada sebagian orang, faktor keturunan dapat meningkatkan kemungkinan mengalami osteoartritis. Jika ada anggota keluarga yang mengalami penyakit ini, risikonya dapat menjadi lebih tinggi.
Gejala biasanya berkembang secara perlahan dan semakin terasa seiring waktu.
Beberapa keluhan yang sering dialami antara lain:
Nyeri pada sendi saat bergerak atau setelah beraktivitas.
Sendi terasa kaku, terutama setelah bangun tidur atau lama tidak bergerak.
Gerakan sendi menjadi terbatas.
Terdengar bunyi "krek" atau "klik" saat sendi digerakkan.
Pembengkakan ringan pada area sendi.
Nyeri yang berkurang saat beristirahat, tetapi muncul kembali ketika sendi digunakan.
Pada tahap yang lebih lanjut, nyeri dapat muncul bahkan saat sedang beristirahat.
Pengapuran sendi dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh, tetapi paling sering ditemukan pada:
Lutut.
Panggul.
Jari tangan.
Leher.
Pinggang.
Lokasi gejala bergantung pada sendi yang mengalami kerusakan.
Kerusakan tulang rawan akibat osteoartritis umumnya tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Namun, gejala dapat dikendalikan sehingga penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Penanganan yang tepat juga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit.
Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi masing-masing pasien.
Dokter dapat menyarankan perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan jika diperlukan dan melakukan olahraga yang sesuai. Aktivitas fisik dengan benturan rendah, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda, dapat membantu menjaga kekuatan otot di sekitar sendi.
Selain itu, fisioterapi juga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan fungsi sendi.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Jika kerusakan sendi sudah sangat berat dan mengganggu kualitas hidup, tindakan operasi, termasuk penggantian sendi, dapat dipertimbangkan.
Meskipun faktor usia tidak dapat dihindari, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko osteoartritis.
Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, menghindari cedera saat beraktivitas, menggunakan teknik yang benar saat mengangkat beban, mengonsumsi makanan bergizi merupakan kebiasaan yang baik untuk menjaga kesehatan sendi, serta minum herbal berkualitas seperti Progis LC yang dapat menguatkan sendi dan tidak mempunyai efek samping.
Pemeriksaan dini juga penting apabila mulai muncul keluhan pada persendian.
Pengapuran sendi atau osteoartritis merupakan penyakit yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan, bukan karena penumpukan kapur pada sendi. Kondisi ini lebih sering terjadi pada usia lanjut, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh berat badan berlebih, cedera, aktivitas berulang, dan faktor genetik.
Gejala yang umum meliputi nyeri, kaku, dan keterbatasan gerak pada sendi. Meskipun kerusakan tulang rawan tidak dapat dipulihkan sepenuhnya, perubahan gaya hidup, olahraga yang tepat, fisioterapi, dan pengobatan dapat membantu mengurangi keluhan serta mempertahankan kualitas hidup.